Search This Blog

Loading...

Laporan Pendahuluan Kistoma Ovari

·

PENGERTIAN

Kistoma ovari merupakan suatu tumor, baik yang kecil maupun yang besar, kistik atau padat, jinak atau ganas (Winkjosastro. et.all. 1999).

Dalam kehamilan tumor ovarium yang dijumpai yang paling sering adalah kista dermonal, kista coklat atau kista lutein, tumor ovarium yang cukup besar dapat disebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat menghalang-halangi masuknya kepala kedalam panggul.

Kiste ovarii adalah tumor jinak pada ovarium. Merupakan tumor paling banyak pada wanita usia 20 – 40 th.

Kista adalah suatu jenis tumor, penyebab pastinya sendiri belum diketahui, diduga seringnya memakai kesuburan (Soemadi, 2006).

Kista adalah suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang berisi cairan atau benda seperti bubur (Dewa, 2000).

Kista adalah suatu bentukan yang kurang lebih bulat dengan dinding tipis, berisi cairan atau bahan setengah cair (Sjamsuhidajat, 1998).

Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong (Agusfarly, 2008).

Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.

Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium.

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.



JENIS - JENIS

Menurut etiologi, kista ovarium dibagi menjadi 2, yaitu : (Ignativicus, bayne, 1991)

  1. Kista non neoplasma
    Disebabkan karena ketidak seimbangan hormon esterogen dan progresterone diantaranya adalah :
    • Kista non fungsional
      Kista serosa inklusi, berasal dari permukaan epitelium yang berkurang di dalam korteks

    • Kista fungsional
      • Kista folikel, disebabkan karena folikel yang matang menjadi ruptur atau folikel yang tidak matang direabsorbsi cairan folikuler di antara siklus menstruasi. Banyak terjadi pada wanita yang menarche kurang dari 12 tahun.
      • Kista korpus luteum, terjadi karena bertambahnya sekresi progesterone setelah ovulasi.
      • Kista tuba lutein, disebabkan karena meningkatnya kadar HCG terdapat pada mola hidatidosa.
      • Kista stein laventhal, disebabkan karena peningkatan kadar LH yang menyebabkan hiperstimuli ovarium.

  2. Kista neoplasma (Winjosastro. et.all 1999)
    • Kistoma ovarii simpleks
      Adalah suatu jenis kista deroma serosum yang kehilangan epitel kelenjarnya karena tekanan cairan dalam kista.
    • Kistodenoma ovarii musinoum
      Asal kista ini belum pasti, mungkin berasal dari suatu teratoma yang pertumbuhanya I elemen mengalahkan elemen yang lain
    • Kistadenoma ovarii serosum
      Berasal dari epitel permukaan ovarium (Germinal ovarium)
    • Kista Endrometreid
      Belum diketahui penyebab dan tidak ada hubungannya dengan endometroid
    • Kista dermoid
      Tumor berasal dari sel telur melalui proses patogenesis


PATOFISIOLOGI

Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8 cm akan melepaskan oosit mature. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan.

Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes, HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. Pasien dalam terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate, dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari, terutama bila disertai dengan pemberian HCG.

Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Sejauh ini, keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik, termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel tumor dari germ sel primordial. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional; ektodermal, endodermal, dan mesodermal.
Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik. Pada sindroma ovari pilokistik, ovarium biasanya terdiri folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm, seperti terlihat dalam sonogram. Kista-kista itu sendiri bukan menjadi problem utama dan diskusi tentang penyakit tersebut diluar cakupan artikel ini.



TANDA DAN GEJALA

Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul, kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium.

Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untuk mengetahui gejala mana yang serius. Gejala-gejala berikut mungkin muncul bila anda mempunyai kista ovarium :
  1. Perut terasa penuh, berat, kembung
  2. Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil)
  3. Haid tidak teratur
  4. Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha.
  5. Nyeri sanggama
  6. Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil.
Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera :
  1. Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba
  2. Nyeri bersamaan dengan demam
  3. Rasa ingin muntah


PENATALAKSANAAN

Pengobatan kiste ovarii yang besar biasanya adalah pengangkatan melalui tindakan bedah. Jika ukuran lebar kiste kurang dari 5 cm dan tampak terisi oleh cairan atau fisiologis pada pasien muda yang sehat, kontrasepsi oral dapat digunakan untuk menekan aktivitas ovarium dan menghilangkan kiste.

Perawatan paska operatif setelah pembedahan serupa dengan perawatan pembedahan abdomen. Penurukan tekanan intraabdomen yang diakibatkan oleh pengangkatan kiste yang besar biasanya mengarah pada distensi abdomen yang berat, komplikasi ini dapat dicegah dengan pemakaian gurita abdomen yang ketat.



PROSES PENYEMBUHAN LUKA

Tanpa memandang bentuk, proses penyembuhan luka adalah sama dengan yang lainnya. Perbedaan terjadi menurut waktu pada tiap-tiap fase penyembuhan dan waktu granulasi jaringan (long. 1996).

Fase-fase penyembuhan luka antara lain :
  1. Fase I
    Pada fase ini Leukosit mencerna bakteri dan jaringan rusak terbentuk fibrin yang menumpuk mengisi luka dari benang fibrin. Lapisan dari sel epitel bermigrasi lewat luka dan membantu menutupi luka, kekuatan luka rendah tapi luka dijahit akan menahan jahitan dengan baik.

  2. Fase II
    Berlangsung 3 sampai 14 hari setelah bedah, leukosit mulai menghilang dan ceruk mulai kolagen serabut protein putih semua lapisan sel epitel bergenerasi dalam satu minggu, jaringan ikat kemerahan karena banyak pembuluh darah. Tumpukan kolagen akan menunjang luka dengan baik dalam 6-7 hari, jadi jahitan diangkat pada fase ini, tergantung pada tempat dan liasanya bedah.

  3. Fase III
    Kolagen terus bertumpuk, hal ini menekan pembuluh darah baru dan arus darah menurun. Luka sekarang terlihat seperti berwarna merah jambu yang luas, terjadi pada minggu ke dua hingga enam post operasi, pasien harus menjaga agar tak menggunakan otot yang terkena.

  4. Fase IV
    Berlangsung beberapa bulan setelah pembedahan, pasien akan mengeluh, gatal disekitar luka, walau kolagen terus menimbun, pada waktu ini menciut dan menjadi tegang. Bila luka dekat persendian akan terjadi kontraktur karena penciutan luka dan akan terjadi ceruk yang berlapis putih.
READ MORE - Laporan Pendahuluan Kistoma Ovari

Laporan PendahuluanTonsilitis

·

PENGERTIAN

Tonsilitis adalah suatu penyakit yang dapat sembuh sendiri berlangsung sekitar lima hari dengan disertai disfagia dan demam (Megantara, Imam, 2006).

Tonsilitis akut adalah radang akut yang disebabkan oleh kuman streptococcus beta hemolyticus, streptococcus viridons dan streptococcus pygenes, dapat juga disebabkan oleh virus (Mansjoer, A. 2000).

Tonsilitis adalah radang yang disebabkan oleh infeksi bakteri kelompok A streptococcus beta hemolitik, namun dapat juga disebabkan oleh bakteri jenis lain atau oleh infeksi virus (Hembing, 2004).

Tonsilitis adalah suatu peradangan pada hasil tonsil (amandel), yang sangat sering ditemukan, terutama pada anak-anak (Firman sriyono, 2006, 2006).



ETIOLOGI


Menurut Adams George (1999), tonsilitis bakterialis supuralis akut paling sering disebabkan oleh streptokokus beta hemolitikus grup A.

  1. Pneumococcus
  2. Staphilococcus
  3. Haemalphilus influenza
  4. Kadang streptococcus non hemoliticus atau streptococcus viridens.
Menurut Iskandar N (1993). Bakteri merupakan penyebab pada 50 % kasus.
  1. Streptococcus B hemoliticus grup A
  2. Streptococcus viridens
  3. Streptococcus pyogenes
  4. Staphilococcus
  5. Pneumococcus
  6. Virus
  7. Adenovirus
  8. ECHO
  9. Virus influenza serta herpes.

PATOFISIOLOGI


Menurut Iskandar N (1993), patofisiologi tonsillitis yaitu :

Kuman menginfiltrasi lapisan epitel, bila epitel terkikis maka jaringan limfoid superficial mengadakan reaksi. Terdapat pembendungan radang dengan infiltrasi leukosit poli morfonuklear. Proses ini secara klinik tampak pada korpus tonsil yang berisi bercak kuning yang disebut detritus. Detritus merupakan kumpulan leukosit, bakteri dan epitel yang terlepas, suatu tonsillitis akut dengan detritus disebut tonsillitis lakunaris, bila bercak detritus berdekatan menjadi satu maka terjadi tonsillitis lakonaris.
Bila bercak melebar, lebih besar lagi sehingga terbentuk membran semu (Pseudomembran), sedangkan pada tonsillitis kronik terjadi karena proses radang berulang maka epitel mukosa dan jaringan limfoid terkikis. Sehingga pada proses penyembuhan, jaringan limfoid diganti jaringan parut. Jaringan ini akan mengkerut sehingga ruang antara kelompok melebar (kriptus) yang akan diisi oleh detritus, proses ini meluas sehingga menembus kapsul dan akhirnya timbul perlengkapan dengan jaringan sekitar fosa tonsilaris. Pada anak proses ini disertai dengan pembesaran kelenjar limfe submandibula.


MANIFESTASI KLINIS

Menurut Megantara, Imam 2006

Gejalanya berupa nyeri tenggorokan (yang semakin parah jika penderita menelan) nyeri seringkali dirasakan ditelinga (karena tenggorokan dan telinga memiliki persyarafan yang sama).

Gejala lain :
  1. Demam
  2. Tidak enak badan
  3. Sakit kepala
  4. Muntah
Menurut Smelizer, Suzanne (2000)
Gejala yang timbul sakit tenggorokan, demam, ngorok, dan kesulitan menelan.


Menurut Hembing, (2002) :
  1. Dimulai dengan sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan, kadang-kadang muntah.
  2. Tonsil bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala dan sakit pada telinga.
  3. Pada tonsilitis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil.


KOMPLIKASI

Komplikasi tonsilitis akut dan kronik menurut Mansjoer, A (1999), yaitu :
  1. Abses pertonsil
    Terjadi diatas tonsil dalam jaringan pilar anterior dan palatum mole, abses ini terjadi beberapa hari setelah infeksi akut dan biasanya disebabkan oleh streptococcus group A.
  2. Otitis media akut
    Infeksi dapat menyebar ke telinga tengah melalui tuba auditorius (eustochi) dan dapat mengakibatkan otitis media yang dapat mengarah pada ruptur spontan gendang telinga.
  3. Mastoiditis akut
    Ruptur spontan gendang telinga lebih jauh menyebarkan infeksi ke dalam sel-sel mastoid.
  4. Laringitis
  5. Sinusitis
  6. Rhinitis


PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan tonsilitis secara umum, menurut Firman S, 2006 :
  1. Jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotik peroral (melalui mulut) selama 10 hari, jika mengalami kesulitan menelan, bisa diberikan dalam bentuk suntikan.

  2. Pengangkatan tonsil (tonsilektomi) dilakukan jika :
    • Tonsilitis terjadi sebanyak 7 kali atau lebih / tahun.
    • Tonsilitis terjadi sebanyak 5 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 2 tahun.
    • Tonsilitis terjadi sebanyak 3 kali atau lebih / tahun dalam kurun waktu 3 tahun.
    • Tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.

Menurut Mansjoer, A (1999) penatalaksanan tonsillitis adalah :
  1. Penatalaksanaan tonsilitis akut
    • Antibiotik golongan penicilin atau sulfanamid selama 5 hari dan obat kumur atau obat isap dengan desinfektan, bila alergi dengan diberikan eritromisin atau klindomisin.
    • Antibiotik yang adekuat untuk mencegah infeksi sekunder, kortikosteroid untuk mengurangi edema pada laring dan obat simptomatik.
    • Pasien diisolasi karena menular, tirah baring, untuk menghindari komplikasi kantung selama 2-3 minggu atau sampai hasil usapan tenggorok 3x negatif.
    • Pemberian antipiretik.

  2. Penatalaksanaan tonsilitis kronik
    • Terapi lokal untuk hygiene mulut dengan obat kumur / hisap.
    • Terapi radikal dengan tonsilektomi bila terapi medikamentosa atau terapi konservatif tidak berhasil.
READ MORE - Laporan PendahuluanTonsilitis

Laporan Pendahuluan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

·

A. Pengertian

Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih. (Agus Tessy, 2001)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu keadaan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. (Enggram, Barbara, 1998)


B. Klasifikasi

Klasifikasi infeksi saluran kemih sebagai berikut :
  1. Kandung kemih (sistitis)
  2. Uretra (uretritis)
  3. Prostat (prostatitis)
  4. Ginjal (pielonefritis)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut, dibedakan menjadi:
  1. ISK uncomplicated (simple)
    ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik, anatomic maupun fungsional normal. ISK ini pada usi lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih.
  2. ISK complicated
    Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas, kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika, sering terjadi bakterimia, sepsis dan shock. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagi berikut:
    • Kelainan abnormal saluran kencing, misalnya batu, reflex vesiko uretral obstruksi, atoni kandung kemih, paraplegia, kateter kandung kencing menetap dan prostatitis.
    • Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK.
    • Gangguan daya tahan tubuh
    • Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen sperti prosteus spp yang memproduksi urease.

C. Etiologi
  1. Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain:
    • Pseudomonas, Proteus, Klebsiella : penyebab ISK complicated
    • Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple)
    • Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain.
  2. Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut, antara lain:
    • Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif
    • Mobilitas menurun
    • Nutrisi yang sering kurang baik
    • Sistem imunitas menurun, baik seluler maupun humoral
    • Adanya hambatan pada aliran urin
    • Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat

D. Patofisiologi

Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius. Mikroorganisme ini masuk melalui : kontak langsung dari tempat infeksi terdekat, hematogen, limfogen.
Ada dua jalur utama terjadinya ISK yaitu asending dan hematogen.
  • Secara asending yaitu:
    • Masuknya mikroorganisme dalm kandung kemih, antara lain: factor anatomi dimana pada wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki sehingga insiden terjadinya ISK lebih tinggi, factor tekanan urine saat miksi, kontaminasi fekal, pemasangan alat ke dalam traktus urinarius (pemeriksaan sistoskopik, pemakaian kateter), adanya dekubitus yang terinfeksi.
    • Naiknya bakteri dari kandung kemih ke ginjal.

  • Secara hematogen yaitu:
    Sering terjadi pada pasien yang system imunnya rendah sehingga mempermudah penyebaran infeksi secara hematogen Ada beberapa hal yang mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal sehingga mempermudah penyebaran hematogen, yaitu: adanya bendungan total urine yang mengakibatkan distensi kandung kemih, bendungan intrarenal akibat jaringan parut, dan lain-lain.

Pada usia lanjut terjadinya ISK ini sering disebabkan karena adanya:
  • Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap atau kurang efektif.
  • Mobilitas menurun
  • Nutrisi yang sering kurang baik
  • System imunnitas yng menurun
  • Adanya hambatan pada saluran urin
  • Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat.
Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat tersebut mengakibatkan distensii yang berlebihan sehingga menimbulkan nyeri, keadaan ini mengakibatkan penurunan resistensi terhadap invasi bakteri dan residu kemih menjadi media pertumbuhan bakteri yang selanjutnya akan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal sendiri, kemudian keadaan ini secara hematogen menyebar ke suluruh traktus urinarius. Selain itu, beberapa hal yang menjadi predisposisi ISK, antara lain: adanya obstruksi aliran kemih proksimal yang menakibtakan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefroses. Penyebab umum obstruksi adalah: jaringan parut ginjal, batu, neoplasma dan hipertrofi prostate yang sering ditemukan pada laki-laki diatas usia 60 tahun.


E. Tanda dan Gejala
  1. Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah :
    • Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih
    • Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis
    • Hematuria
    • Nyeri punggung dapat terjadi
  2. Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah :
    • Demam
    • Menggigil
    • Nyeri panggul dan pinggang
    • Nyeri ketika berkemih
    • Malaise
    • Pusing
    • Mual dan muntah

F. Pemeriksaan Penunjang
  1. Urinalisis
    • Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sediment air kemih
    • Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sediment air kemih. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis.
  2. Bakteriologis
    • Mikroskopis
    • Biakan bakteri
  3. Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik
  4. Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya infeksi.
  5. Metode tes
    • Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tes Griess untuk pengurangan nitrat). Tes esterase lekosit positif: maka psien mengalami piuria. Tes pengurangan nitrat, Griess positif jika terdapat bakteri yang mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit.
    • Tes Penyakit Menular Seksual (PMS) :
      Uretritia akut akibat organisme menular secara seksual (misal, klamidia trakomatis, neisseria gonorrhoeae, herpes simplek).
    • Tes- tes tambahan :
      Urogram intravena (IVU), Pielografi (IVP), msistografi, dan ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus urinarius, adanya batu, massa renal atau abses, hodronerosis atau hiperplasie prostate. Urogram IV atau evaluasi ultrasonic, sistoskopi dan prosedur urodinamik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten.


G. Penatalaksanaan

Penanganan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhaap flora fekal dan vagina.
Terapi Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut dapat dibedakan atas:
  • Terapi antibiotika dosis tunggal
  • Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari
  • Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu
  • Terapi dosis rendah untuk supresi
Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. Jika kekambuhan disebabkan oleh bakteri persisten di awal infeksi, factor kausatif (mis: batu, abses), jika muncul salah satu, harus segera ditangani. Setelah penanganan dan sterilisasi urin, terapi preventif dosis rendah.
Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin), trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ, bactrim, septra), kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan, tetapi E. Coli telah resisten terhadap bakteri ini. Pyridium, suatu analgesic urinarius jug adapt digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat infeksi.
Pemakaian obat pada usia lanjut perlu dipikirkan kemungkina adanya:
  • Gangguan absorbsi dalam alat pencernaan
  • Interansi obat
  • Efek samping obat
  • Gangguan akumulasi obat terutama obat-obat yang ekskresinya melalui ginjal
Resiko pemberian obat pada usia lanjut dalam kaitannya dengan faal ginjal:
  • Efek nefrotosik obat
  • Efek toksisitas obat
READ MORE - Laporan Pendahuluan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Laporan Pendahuluan Myocarditis

·

Pengertian

Myocardium lapisan medial dinding jantung yang terdiri atas jaringan otot jantung yang sangat khusus (Brooker, 2001).

Myocarditis adalah peradangan pada otot jantung atau miokardium. pada umumnya disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi, tetapi dapat sebagai akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan dan efek toxin bahan-bahan kimia dan radiasi (FKUI, 1999).

Myocarditis adalah peradangan dinding otot jantung yang disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain sampai yang tidak diketahui (idiopatik) (Dorland, 2002).

Miokarditis adalah inflamasi fokal atau menyebar dari otot jantung (miokardium) (Doenges, 1999).



Etiologi dan Klasifikasi
  1. Acute isolated myocarditis adalah miokarditis interstitial acute dengan etiologi tidak diketahui.
  2. Bacterial myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
  3. Chronic myocarditis adalah penyakit radang miokardial kronik.
  4. Diphtheritic myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan oleh toksin bakteri yang dihasilkan pada difteri : lesi primer bersifat degeneratiff dan nekrotik dengan respons radang sekunder.
  5. Fibras myocarditis adalah fibrosis fokal/difus mikardial yang disebabkan oleh peradangan kronik.
  6. Giant cell myocarditis adalah subtype miokarditis akut terisolasi yang ditandai dengan adanya sel raksasa multinukleus dan sel-sel radang lain, termasuk limfosit, sel plasma dan makrofag dan oleh dilatasi ventikel, trombi mural, dan daerah nekrosis yang tersebar luas.
  7. Hypersensitivity myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan reaksi alergi yang disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap berbagai obat, terutama sulfonamide, penicillin, dan metildopa.
  8. Infection myocarditis adalah disebabkan oleh agen infeksius ; termasuk bakteri, virus, riketsia, protozoa, spirochaeta, dan fungus. Agen tersebut dapat merusak miokardium melalui infeksi langsung, produksi toksin, atau perantara respons immunologis.
  9. Interstitial myocarditis adalah mikarditis yang mengenai jaringan ikat interstitial.
  10. Parenchymatus myocarditis adalah miokarditis yang terutama mengenai substansi ototnya sendiri.
  11. Protozoa myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh protozoa terutama terjadi pada penyakit Chagas dan toxoplasmosis.
    12) Rheumatic myocarditis adalah gejala sisa yang umum pada demam reumatik.
  12. Rickettsial myocarditis adalah mikarditis yang berhubungan dengan infeksi riketsia.
  13. Toxic myocarditis adalah degenerasi dan necrosis fokal serabut miokardium yang disebabkan oleh obat, bahan kimia, bahan fisik, seperti radiasi hewan/toksin serangga atau bahan/keadaan lain yang menyebabkan trauma pada miokardium.
  14. Tuberculosis myocarditis adalah peradangan granulumatosa miokardium pada tuberkulosa.
  15. Viral myocarditis disebabkan oleh infeksi virus terutama oleh enterovirus ; paling sering terjadi pada bayi, wanita hamil, dan pada pasien dengan tanggap immune rendah (Dorland, 2002).


Patofisiologi

Kerusakan miokard oleh kuman-kuman infeksius dapat melalui tiga mekanisme dasar :
  1. Invasi langsung ke miokard.
  2. Proses immunologis terhadap miokard.
  3. Mengeluarkan toksin yang merusak miokardium.
Proses miokarditis viral ada 2 tahap :
Fase akut berlangsung kira-kira satu minggu, dimana terjadi invasi virus ke miokard, replikasi virus dan lisis sel. Kemudian terbentuk neutralizing antibody dan virus akan dibersihkan atau dikurangi jumlahnya dengan bantuan makrofag dan natural killer cell (sel NK).
Pada fase berikutnya miokard diinfiltrasi oleh sel-sel radang dan system immune akan diaktifkan antara lain dengan terbentuknya antibody terhadap miokard, akibat perubahan permukaan sel yang terpajan oleh virus. Fase ini berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan dan diikuti kerusakan miokard dari yang minimal sampai yang berat (FKUI, 1999).


Gejala Klinis
  • Letih.
  • Napas pendek.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Demam.
  • Gejala-gejala lain karena gangguan yang mendasarinya (Griffith, 1994).
  • Menggigil.
  • Demam.
  • Anoreksia.
  • Nyeri dada.
  • Dispnea dan disritmia.
  • Tamponade ferikardial/kompresi (pada efusi perikardial) (DEPKES, 1993).


Komplikasi
  1. Kardiomiopati kongestif/dilated.
  2. Payah jantung kongestif.
  3. Efusi perikardial.
  4. AV block total.
  5. Trombi Kardiac (FKUI, 1999).


Pemeriksaan penunjang
  1. Laboratorium : leukosit, LED, limfosit, LDH.
  2. Elektrokardiografi.
  3. Rontgen thorax.
  4. Ekokardiografi.
  5. Biopsi endomiokardial (FKUI, 1999).


Penatalaksanaan
  1. Perawatan untuk tindakan observasi.
  2. Tirah baring/pembatasan aktivitas.
  3. Antibiotik atau kemoterapeutik.
  4. Pengobatan sistemik supportif ditujukan pada penyakti infeksi sistemik (FKUI, 1999).
  5. Antibiotik.
  6. Obat kortison.
  7. Jika berkembang menjadi gagal jantung kongestif : diuretik untuk mnegurangi retensi ciaran ; digitalis untuk merangsang detak jantung ; obat antibeku untuk mencegah pembentukan bekuan (Griffith, 1994).
READ MORE - Laporan Pendahuluan Myocarditis

Florence Nightingale

·

Florence Nightingale

image 1

Florence Nightingale, the daughter of the wealthy landowner, William Nightingale of Embly Park, Hampshire, was born in Florence, Italy, on 12th May, 1820. Her father was a Unitarian and a Whig who was involved in the anti-slavery movement. As a child, Florence was very close to her father, who, without a son, treated her as his friend and companion. He took responsibility for her education and taught her Greek, Latin, French, German, Italian, history, philosophy and mathematics.

At seventeen she felt herself to be called by God to some unnamed great cause. Florence's mother, Fanny Nightingale, also came from a staunch Unitarian family. Fanny was a domineering woman who was primarily concerned with finding her daughter a good husband. She was therefore upset by Florence's decision to reject Lord Houghton's offer of marriage. Florence refused to marry several suitors, and at the age of twenty-five told her parents she wanted to become a nurse. Her parents were totally opposed to the idea as nursing was associated with working class women.

Read More

READ MORE - Florence Nightingale

Betty Neuman

·

Betty Neuman

betty neumanBorn 1924 near Lowell, Ohio.
In 1947 she received RN Diploma from Peoples Hospital School of Nursing, Akron, Ohio. She then moved to California and gained experience as a hospital, staff, and head nurse; school nurse and industrial nurse; and as a clinical instructor in medical-surgical, critical care and communicable disease nursing.
In 1957 Dr. Neuman attended the University of California at Los Angeles (UCLA) with double major in psychology and public health. She received BS in nursing from UCLA. In 1966 she received Masters degree in Mental Health, Public Health Consultation fom UCLA.
Dr. Neuman is recognized as pioneer in the field of nursing involvement in community mental health. She began developing her model while lecturing in community mental health at UCLA. In 1972 her model was first published as a 'Model for teaching total person approach to patient problems' in Nursing Research. In 1985 she received her doctorate in Clinical Psychology from Pacific Western University. In 1998 she received a second honorary doctorate, this one from Grand Valley State University, Allendale, Michigan.

Read More
READ MORE - Betty Neuman

Asuhan Keperawatan Decompensasi Cordis

·

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Decompensasi Cordis (Decomp. Cordis)

...Mekanisme fisiologis yang menyebabkan timbulnya dekompensasi kordis adalah keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal, beban akhir atau yang menurunkan kontraktilitas miokardium. Keadaan yang meningkatkan beban awal seperti .......Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/06/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan_02.html


Decompensasi Cordis

...Kelainan pada kerja ventrikel dan menurunnya curah jantung biasanya tampak pada keadaan beraktivitas. Dengan berlanjutnya gagal jantung maka kompensasi akan menjadi semakin kurang efektif. Meurunnya curah sekuncup pada gagal jantung......Visit Site
http://kamus-kesehatan.blogspot.com/2009/07/decompensasi-cordis.html


Askep Decompensasi Cordis

A. Pengertian
Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh.(Dr. Ahmad ramali.1994).........Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/07/askep-decompensasi-cordis.html


Asuhan Keperawatan Decompensasi Cordis / Askep Decomp. Cordis

Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung (Tabrani, 1998; Price, 1995).........Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/06/asuhan-keperawatan-decompensasi-cordis.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Decompensasi Cordis

Virginia Henderson

·

Virginia Henderson

image 1


1897-1996
Army School of Nursing,
Washington, D.C., 1921

  • First full-time nursing instructor in Virginia
  • Recipient of the Virginia Historical Nurse Leader Award
  • Member of the American Nurses Association Hall of Fame
  • Fellow of the American Academy of Nursing
  • Authored one of the most widely used definitions of nursing
  • Proposed plan to create districts within the Graduate Nurses Association of Virginia (now Virginia Nurses Association)

Virginia Avenel Henderson's national and international achievements made her the quintessential nurse of the twentieth century. Her professional career was launched in Virginia where she served as the first full-time nursing instructor at Norfolk Protestant School of Nursing and took an active role in the state nurses association. A pioneer nurse educator, Henderson was instrumental in pushing for the inclusion of psychiatric nursing in educational programs in Virginia.

Read More
READ MORE - Virginia Henderson

Asuhan Keperawatan Angina Pektoris

·

ASKEP ANGINA PEKTORIS

A. Pengertian
Angina pektoris adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler)..... Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/01/askep-angina-pektoris.html


Askep Angina Pektoris

ANGINA PEKTORIS
A. Pengertian
Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996)....Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/12/askep-angina-pektoris.html


Angina Pektoris

PENGERTIAN
Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik, 1993)....Visit Site
http://kamus-kesehatan.blogspot.com/2009/11/angina-pektoris.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Angina Pektoris

Asuhan Keperawatan Astma Bronkhiale

·

Askep Asma Bronkial

Asthma

Definition

The word 'asthma' is derived from the Greek meaning ' panting' or 'labored breathing'. Asthma is a condition characterized by a paroxysmal wheezing dyspnoea (difficulty in breathing), mainly expiratory......Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/01/askep-asme-bronkial.html


Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Asma Bronkiale

Bronchial asthma is a disease caused by increased responsiveness of the tracheobronchial tree to various stimuli. The result is paroxysmal constriction of the bronchial airways. Bronchial asthma is the more correct name for the common form of asthma........Visit Site
http://download-my-ebook.blogspot.com/2009/03/bronchiale-asthma.html


Askep Asma Bronkhiale

Pengertian
Asthma adalah suatu gangguan yang komplek dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas). (Polaski : 1996).........Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/08/askep-asma-bronkhiale.html


ASKEP ASTHMA BRONKHIALE

Asthma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu. (Smelzer Suzanne : 2001)........Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/03/askep-asthma.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Astma Bronkhiale

Asuhan Keperawatan Bronchiectasis

·

Download Askep Bronkiektasis

Bronchiectasis

Definition

Bronchiectasis is an irreversible widening (dilation) of portions of the breathing tubes or airways (bronchi) resulting from damage to the airway wall..... Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/02/askep-bronkiektasis.html


Asuhan Keperawatan Bronkiektasis

Pengkajian
1. Riwayat atau adeanya faktor-faktor penunjang
* Merokok produk tembakau sebagai factor penyebab utama
* Tinggal atau bekerja daerah dengan polusi udara berat....Visit Site
http://wiwik-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2010/02/asuhan-keperawatan-bronkiektasis.html



Bronkiektasis

Bronkiektasis berarti suatu dilatasi yang tak dapat pulih lagi dari bronchial yang disebabkan oleh episode pnemonitis berulang dan memanjang,aspirasi benda asing, atau massa ( mis. Neoplasma) yang menghambat lumen bronchial dengan obstruksi ( Hudak & Gallo,1997)......Visit Site
http://kamus-kesehatan.blogspot.com/2009/11/bronkiektasis.html


Asuhan Keperawatan Bronkiektasis


Pengertian
Bronkiektasis merupakan kelainan morfologis yang terdiri dari pelebaran bronkus yang abnormal dan menetap disebabkan kerusakan komponen elastis dan muscular dinding bronkus ( Soeparman & Sarwono, 1990)...Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/01/asuhan-keperawatan-bronkiektasis.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Bronchiectasis

Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus

·

Askep Diabetes Mellitus (DM)

Download Askep Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus is a heterogeneous group of disorders characterized by increased levels of glucose in the blood or hyperglycemia. (Brunner and Suddarth, 2002)........Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2009/12/askep-diabetes-mellitus.html


Askep Diabetes Mellitus (DM)

...B Masalah Keperawatan
1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan
2. Kekurangan volume cairan
3. Gangguan integritas kulit.......Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-askep-diabetes.html


Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus / Askep Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).
Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada.......Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/07/asuhan-keperawatan-diabetes-mellitus.html


Askep Diabetes Mellitus (DM)

...Riwayat Kesehatan Keluarga
Adakah keluarga yang menderita penyakit seperti klien ?
Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan Sebelumnya
Berapa lama klien menderita DM, bagaimana penanganannya, .......Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/08/askep-diabetes-mellitus-dm.html


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
Diabetes mellitus merupakan sekelompok.......Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2008/12/diabetes-mellitus.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus

Asuhan Keperawatan Abortus

·

Askep Abortus

.....Abortus imminens : Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks......Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/08/askep-abortus.html


Download Askep Abortus

Abortion is the termination of a pregnancy by the removal or expulsion from the uterus of a fetus or embryo, resulting in or caused by its death. An abortion can occur spontaneously due to complications during pregnancy or can be induced, in humans and other species. In the context of human ......Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2009/12/askep-abortus.html

Abortus

Pengertian
Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas. Dimana masa gestasi belum mencapai usia 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr (Derek liewollyn&Jones, 2002)......Visit Site
http://kamus-kesehatan.blogspot.com/2009/01/abortus.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Abortus

Asuhan Keperawatan Halusinasi

·

Askep Halusinasi

...Halusinasi merupakan bentuk yang paling sering dari gangguan persepsi. Bentuk halusinasi ini bisa berupa suara-suara yang bising atau mendengung, tapi yang paling sering berupa kata-kata yang tersusun dalam bentuk kalimat yang agak sempurna. Biasanya kalimat tadi membicarakan ....Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/12/askep-halusinasi.html


Download Askep Halusinasi

Hallucinations is a perception in the absence of a stimulus. In a stricter sense, hallucinations are defined as perceptions in a conscious and awake state in the absence of external stimuli which have qualities of real perception, in that they are vivid, substantial, and located in external ....Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/12/askep-halusinasi.html


Halusinasi

...Menurut May Durant Thomas (1991) halusinasi secara umum dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa seperti: Skizoprenia, Depresi, Delirium dan kondisi yang berhubungan dengan penggunaan alkohol dan substansi lingkungan. Berdasarkan hasil pengkajian pada pasien dirumah sakit jiwa ditemukan 85% pasien dengan ....Visit Site
http://kamus-kesehatan.blogspot.com/2009/07/halusinasi.html


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI

Gagal ginjal kronis biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap. Gangguan fungsi ginjal adalah penurunan laju filtrasi glomerulus yang dapat digolongkan ringan, sedang dan berat....Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/01/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan_09.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Halusinasi

Asuhan Keperawatan Efusi Pleura

·

Askep Efusi Pleura

Though not as common as other asbestos-disease-related side effects such as pleural thickening and pleural plaques, pleural effusions can cause pain or extreme discomfort. They can also be a sign of a serious disease such as asbestosis or malignant mesothelioma. If you believe a past employer or....Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/02/askep-efusi-pleura.html


Efusi Pleura

Cairan dalam keadaan normal dalam rongga pleura bergerak dari kapiler didalam pleura parietalis ke ruang pleura dan kemudian diserap kembali melalui pleura visceralis. Selisih perbedaan absorpsi cairan pleura melalui pleura visceralis lebih.....Visit Site
http://kamus-kesehatan.blogspot.com/2009/07/efusi-pleura.html


Askep Efusi Pleura

Effusi Pleura adalah penimbunan cairan pada rongga pleura (Price & Wilson 2005).Pleura merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis yang melapisi rongga dada (pleura parietalis) dan menyelubungi paru (pleura visceralis). Diantara pleura parietalis dan pleura.....Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/11/askep-efusi-pleura.html


Askep Efusi Pleura

A. Pengkajian
1. Anamnesis:
Pada umumnya tidak bergejala . Makin banyak cairan yang tertimbun makin cepat dan jelas timbulnya keluhan karena menyebabkan ....Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/07/askep-efusi-pleura.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Efusi Pleura

Asuhan Keperawatan BPH

·

Download Askep Gratis : Askep BPH

Prostate Hipertropi, is hyperplasia of the periurethral glands and then pressing the original prostate tissue to the periphery and into the hoop surgery. (Jong, Wim de, 1998).........Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/01/askep-benigna-prostat-hyperplasia.html


Asuhan Keperawatan BPH / Askep BPH

A. Pengertian
Hipertropi Prostat adalah hiperplasia dari kelenjar periurethral yang kemudian mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah. (Jong, Wim de, 1998)........Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-bph-askep-bph.html


Askep BPH

Benigna Prostat Hiperplasi ( BPH ) adalah pembesaran jinak kelenjar prostat, disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa atau semua komponen prostat meliputi jaringan kelenjar / jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika (Lab / UPF Ilmu Bedah........Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/08/askep-bph.html


Benigna Prostat Hipertropi (BPH)

...B. Etiologi
Penyebab terjadinya Benigna Prostat Hipertropi belum diketahui secara pasti. Tetapi hanya 2 faktor yang mempengaruhi terjadinya Benigne Prostat Hypertropi yaitu testis dan usia lanjut.........Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/06/asuhan-keperawatan-bph-askep-bph.html


BPH


DEFINISI
Hipertropi prostat adalah pertumbuhan dari nodula-nodula pibro adenomatosa majemuk dalam prostat jaringan hyperplastik terdiri dari kelenjar stroma fibrosa yang jumlahnya berbeda-beda. (Sylvia Andersom Price, 1994).......Visit Site
http://wiwik-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/01/bph.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan BPH

Asuhan Keperawatan Dengue Hemorrhagic Fever

·

Download Askep Gratis : Askep DHF

Dengue Hemorrhagic Fever
Dengue hemorrhagic fever is a severe, potentially deadly infection spread by certain species of mosquitoes (Aedes aegypti).......Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/02/askep-dengue-hemoragic-fever.html


Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Dengue Haemoragic Fever (DHF)

C. Patofisiologi
Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua......Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/08/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan_12.html


Askep Anak DHF

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman, 1990).......Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/08/askep-dhf.html


ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HAEMORAGIC FEVER (DHF)

G. Tumbuh kembang pada anak usia 6-12 tahun
Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah, besar, ukuran atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun .....Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/02/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan.html


DHF (Dengue Haemorhagic Fever)

Pengertian
Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty .....Visit Site
http://kamus-kesehatan.blogspot.com/2009/07/dhf-dengue-haemorhagic-fever.html


DENGUE HEMORRHAGIC FEVER - DHF

DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir, Patrick manson, 2001)......Visit Site
http://download-my-ebook.blogspot.com/2009/03/dengue-hemorrhagic-fever-dhf.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Dengue Hemorrhagic Fever

Asuhan Keperawatan Typoid

·

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TYPHOID

Typhoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi salmonella Thypi. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella......Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/01/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan_25.html


Download Askep Gratis : Askep Tifoid

Typhoid is a severe, contagious and life-threatening disease. It is caused by contaminated food, drinks and water by bacteria called S.typhi, which may result in fever with severe complications.......Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/03/askep-tifoid.html


Askep Typoid

Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thypi dan salmonella para thypi A,B,C. sinonim dari penyakit ini adalah Typhoid dan paratyphoid abdominalis. (Syaifullah ......Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/05/askep-typoid.html


TYPHOID

Typhoid fever is transmitted in several ways. The bacteria are disseminated by typhoid patients and carriers in large quantities through stools and vomit. The bacteria then find their way to food, drinks and water through house-flies and other insects. These contaminated food or drinks, when consumed, causes typhoid fever.......Visit Site
http://download-my-ebook.blogspot.com/2009/05/typhoid.html


LAPORAN PENDAHULUAN ANAK DENGAN FEBRIS TYPOID

Febris typhoid adalah merupakan salah satu penyakit infeksi akut usus halus yang menyerang saluran pencernaan disebabkan oleh kuman salmonella typhi dari terkontaminasinya air / makanan yang biasa menyebabkan enteritis akut disertai gangguan kesadaran (Suriadi dan Yuliani, R., 2001).......Visit Site
http://asuhan-keperawatan-yuli.blogspot.com/2009/11/laporan-pendahuluan-anak-dengan-febris.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Typoid

Asuhan Keperawatan Strok Non Hemoragic (SNH)

·

Download Askep Gratis : Askep Stroke Non Hemoragic

Stroke is the clinical manifestation of cerebral function disorders, both focal and overall (global), which is very quick, lasting more than 24 hours, or end in death, without finding the cause other than vascular disorders.........Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2009/12/askep-strok.html


Askep Stroke Non Hemoragic SNH

Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. (Smeltzer C. Suzanne, 2002 dalam ekspresiku-blogspot 2008)........Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/03/askep-stroke-non-hemoragic-snh.html


STROKE

A stroke is the rapidly developing loss of brain function(s) due to disturbance in the blood supply to the brain. This can be due to ischemia (lack of blood supply) caused by thrombosis or embolism or due to a hemorrhage. As a result, the affected area of the brain is unable to function, leading to inability .......Visit Site
http://download-my-ebook.blogspot.com/2009/03/stroke.html


Asuhan Keperawatan Pada Pasien Strok

Secara umum gangguan pembuluh darah otak atau stroke merupakan gangguan sirkulasi serebral. Merupakan suatu gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologis pada pembuluh darah serebral, misalnya .......Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/12/asuhan-keperawatan-pada-pasien-strok.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Strok Non Hemoragic (SNH)

Asuhan Keperawatan Vertigo

·

Download Askep Gratis : Askep Vertigo

Vertigo is the feeling that you or your environment is moving or spinning. It differs from dizziness in that vertigo describes an illusion of movement. When you feel as if you yourself are moving, it's called subjective vertigo, and the perception that your surroundings are moving is called objective vertigo.......Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2009/12/askep-vetigo.html


Askep Vertigo

...Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan informasi aferen yang disampaikan ke pusat kesadaran. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan, yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan........Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/08/askep-vertigo.html


ASKEP VERTIGO

...Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh Vertigo mungkin bukan hanya.......Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/03/askep-vertigo.html


ASKEP VERTIGO

...Vertigo mungkin bukan hanya terdiri dari satu gejala pusing saja, melainkan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari gejala somatik (nistagmus, unstable), otonomik (pucat, peluh dingin, mual, muntah) dan pusing. Dari (http://www.kalbefarma.com).......Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/08/askep-vertigo.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Vertigo

Asuhan Keperawatan Gastroenteritis

·

Download Askep Gratis : Askep Gastroenteritis

Gastroenteritis is the irritation and inflammation of the digestive tract. This condition may cause abdominal pain, vomiting and diarrhea. Severe cases of gastroenteritis can result in dehydration. In such cases, fluid replacement is the primary factor in treatment. All ages and both sexes....Visit Site
http://akper-askep.blogspot.com/2010/02/download-askep-gastroenteritis.html


Gastroentritis ( GE )

Gastroenteritis adalah kondisis dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ).
Dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa....Visit Site
http://wiwik-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/01/gastroentritis-ge.html


Askep Gastroenteritis

Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965).
Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh....Visit Site
http://download-askep.blogspot.com/2009/07/askep-gastroenteritis.html


Askep Gastroenteritis

Gastroenteritis
Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996).
Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang.....Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/06/askep-gastroenteritis.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Gastroenteritis

Asuhan Keperawatan Hepatitis

·

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Hepatitis

Pengertian
Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis, biokimia serta seluler yang khas (Smeltzer, 2001).......Visit Site
http://blogger-blogspot-com.blogspot.com/2009/06/asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan.html


LAPORAN PENDAHULUAN HEPATITIS

Infeksi virus hepatitis B yang oleh masyarakat awam dikenal sebagai ‘penyakit kuning’masih merupakan masalah kesehatan serius sampai saat ini. Infeksi yang terjadi dapat bersifat sementara (transient), yaitu pada hepatitis B akut. Ini terutama dijumpai pada penderita dewasa .......Visit Site
http://asuhan-keperawatan-yuli.blogspot.com/2009/11/laporan-pendahuluan-hepatitis-i.html


Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hepatitis

...Hepatitis kemungkinan terjadi sebagai infeksi sekunder selama perjalanan infeksi dengan virus-virus lainnya, seperti :
* Cytomegalovirus
* Virus Epstein-Barr.....Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/11/asuhan-keperawatan-pada-pasien.html


Askep Hepatitis

B. Etiologi
Dua penyebab utama hepatitis adalah penyebab virus dan penyebab non virus. Sedangkan insidensi yang muncul tersering adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus......Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/07/askep-hepatitis.html



Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hepatitis

...Hepatitis kemungkinan terjadi sebagai infeksi sekunder selama perjalanan infeksi dengan virus-virus lainnya, seperti :
* Cytomegalovirus
* Virus Epstein-Barr.....Visit Site
http://kumpulan-asuhan-keperawatan.blogspot.com/2009/11/asuhan-keperawatan-pada-pasien.html


Askep Hepatitis

B. Etiologi
Dua penyebab utama hepatitis adalah penyebab virus dan penyebab non virus. Sedangkan insidensi yang muncul tersering adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus......Visit Site
http://askep-asuhankeperawatan.blogspot.com/2009/07/askep-hepatitis.html
READ MORE - Asuhan Keperawatan Hepatitis

10 Aktris Hollywood Berpenghasilan Terbesar

·

Siapa aktris hollywood yang berpenghasilan terbesar dari Juni 2009 sampai Juni 2010? Anda akan mengetahui siapa saja mereka di bawah ini.

1. Sandra Bullock (penghasilannya US $56 juta)
Sandra Bullock

2. Reese Witherspoon (penghasilannya US $32 juta)
Reese Witherspoon

3. Cameron Diaz (penghasilannya US $32 juta)
Cameron Diaz

4. Jennifer Aniston (penghasilannya US $27 juta)
Jennifer Aniston

5. Sarah Jessica Parker (penghasilannya US $25 juta)
Sarah Jessica Parker

6. Julia Roberts (penghasilannya US $20 juta)
Julia Roberts

7. Angelina Jolie (penghasilannya US $20 juta)
Angelina Jolie

8. Drew Barrymore (penghasilannya US $15 juta)
Drew Barrymore

9. Meryl Streep (penghasilannya US $13 juta)
Meryl Streep

10. Kristen Stewart (penghasilannya US $12 juta)
Kristen Stewart
sumber: http://www.blogotainmen.com/10-aktris-hollywood-berpenghasilan-terbesar/
READ MORE - 10 Aktris Hollywood Berpenghasilan Terbesar

Masukkan Email Anda di Sini:

Delivered by FeedBurner


Add to Google Reader or Homepage

Add to My AOLPowered by FeedBurner




Laporan Pendahuluan